Tampilkan postingan dengan label PHRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PHRI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Agustus 2022

Gokil! BPD PHRI Papua Sumbang 70 Persen Pendapatan Asli Daerah

Ketua Badan Pengurus Daerah Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia atau BPD PHRI Papua, Abdul Rajab, mengatakan 70 persen pendapatan asli daerah atau PAD disumbang dari pajak hotel dan restoran.

“Pemerintah daerah atau pemda melibatkan kami dalam program dan kegiatan mereka,” ujar Rajab di Kota Jayapura, Rabu (17/8/2022).

Dikatakannya, perhatian dari pemda berdampak pada kinerja PHRI, salah satunya mendukung pertumbuhan ekonomi di Papua agar maju dan berkembang,” ujarnya.

Dikatakannya, sektor pariwisata di Papua masih terbuka luas, maka dibutuhkan langkah-langkah hebat dan sinergi bersama pemda untuk kerja sama kelembagaan.

“Hotel dan restoran maju, maka berdampak pada peningkatan PAD. Untuk itu dibutuhkan sinergi untuk membangun pariwisata di Papua, sehingga banyak turis domestik dan mancanegara,” ujarnya.

Dikatakannya, sinergi di sektor pariwisata harus membutuhkan keterbukaan. Misalnya, program dan kegiatan pemda juga melibatkan PHRI Papua guna mendukung pengembangan pariwisata.

“Pantai Hamadi misalnya, selama ini masih dikelola masyarakat adat, bila kerja sama dengan pihak ketiga tentunya bisa semakin berkembang, seperti Bali. Pastinya tidak merugikan masyarakat adat dan juga pihak ketiga,” ujarnya.

Rajab berharap ke depannya sosialisasi di sektor pariwisata semakin luas, sehingga masyarakat luar mengetahui destinasi wisata yang ada di Papua, yang tentunya tidak kalah dengan daerah lainnya di Indonesia.

Selasa, 16 Agustus 2022

Demi Tingkatkan Kunjungan Wisata, Rino: Harus Tambah Penerbangan ke Papua Nih!

Sekretaris Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau BPD PHRI Papua, Rino mengatakan harus ada penambahan penerbangan ke Papua untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kami akan melakukan kerja sama dengan perusahaan penerbangan dan pemerintah daerah,” ujar Rino di Cafe Kopi Tiam Jayapura, Senin (15/8/2022).

Rino yang juga menjabat GM Hotel Yasmin Jayapura mengatakan, dengan cara kerja sama tersebut, dapat menggaet wisatawan mancanegara dan lokal untuk berkunjung ke Papua.

“Selama ini, potensi wisatawan dari luar Papua belum tergarap maksimal. Bentuk kerjasamanya seperti apa nanti dibahas lebih lanjut. Intinya kami mau banyak wisatawan yang berkunjung ke Papua,” ujarnya.

Dikatakannya, kerja sama dengan perusahaan penerbangan karena harga tiket terjual mahal terutama saat hari-hari tertentu. Hal ini menyebabkan wisawatan berpikir lagi untuk ke Papua.

“Bagaimana wisatawan mau ke Papua, kalau harga tiketnya saja sudah mahal. Inilah maksud kami kerja sama, sehingga terjadi penambahan penebangan ke Papua,” ujarnya.

Rino menambahkan, PHRI Papua juga terus berupaya mengajak anggotanya untuk terus meningkat kualitas pelayanan dan infrastruktur hotel agar pengunjung menambah lama tinggal.

Sebelumnya, Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Cyfrianus Yustus Mambay mengatakan, salah satu kendala minimnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Papua, karena masih mahalnya biaya tiket, apalagi pada Hari-Hari Besar Keagamaan.

“Harga tiket bisa sampai Rp5 juta bahkan Rp6 juta, seharusnya Rp3 juta. Memang ada upaya pemerintah provinsi dengan membangun usaha penerbangan tapi fluktuasinya susah, apalagi hari-hari tertentu,” ujarnya.

Yustus Mambay menambahkan agar memberikan pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Papua, hotel dan restoran harus tersosialisasi dengan baik.

“Mungkin bekerja sama dengan para pemilik modal. Menciptakan situasi yang kondusif dan keamanan sebagai sektor kunci meningkatnya industri pariwisata di Papua,” jelasnya.

Untuk Periode 2022-2027, PHRI Papua Sudah Menemukan Ketua yang Baru

Musyawarah Daerah IX Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Papua sukses memilih ketua yang baru untuk periode 2022-2027.

“Program sementara masih dibahas dalam rapat kerja tapi intinya memajukan industri pariwisata Papua dengan melibatkan pemerintah daerah dan SMK Pariwisata,” ujar Ketua BPD PHRI Papua Abdul Rajab di Kopi Tiam Jayapura, Senin (15/8/2022).

Dikatakannya, untuk memajukan industri pariwisata dengan mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Papua, karena banyak destinasi wisata yang bisa dinikmati di baik darat dan laut.

“Kami optimis bisa memajukan PHRI. Wisata itu ibarat ekosistem atau banyak yang terlibat didalamnya seperti pemilik hak ulayat, pemerintah daerah, pihak keamanan, dan pengusaha,” ujarnya.

Dikatakannya, perbaikan infrastruktur dan keamanan sangat penting. Bertemu dengan pemerintah daerah untuk membahas terkait program apa yang bersinergi dengan PHRI.

“Kalau bisa melibatkan pihak ketiga. Meningkatkan sumber daya manusia, sosial kemasyarakatan, promosi dan pemasaran agar destinasi wisata di Papua dapat dikenal luas,” ujarnya.

Rajab menambahkan, kendala pariwisata di Papua sulit berkembang karena masyarakat ulayat masih mengola tempat wisata, sehingga diperlukan kerjasama untuk mengembankan pariwisata.

“Ke depannya kami libatkan masyarakat adat. Owner hotel belum terlalu mendalami atau mengetahui pengelolaan destinasi wisata padahal untuk kebaikan bersama,” jelasnya.

Baca juga : Rencana kedatangan Yan Mandenas di Paniai ditolak FOPERA, ini alasannya
Sekretaris PHRI Papua, Rino mengatakan, yang diperlukan saat ini adalah kebersamaan dan kekompakan para anggota PHRI Papua bisa lebih dekat dan terbuka.

“Jumlah anggota kami yang sudah resmi terdata sebanyak 23. Kami terus berupaya menjaring lebih banyak lagi. Keuntungan menjadi anggota PHRI, yaitu mendapat perhatian,” ujarnya.

Rino menambahkan, untuk majukan industri pariwisata di Papua harus ada berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mencari tahu kalender event agar tidak saling bentrok saat pelaksanaan kegiatan.